Materi Pelajaran Sekolah untuk SD, SMP, SMA dan SMK

Mari belajar

Tipe Sistem Pengapian pada Sepeda Motor

Secara umum tipe sistem pengapian pada sepeda motor dibagi menjadi:

  1. Sistem Pengapian Konvensional (menggunakan contact breaker/platina)
    1. Sistem Pengapian Dengan Magnet (Flywheel Generator/ Magneto Ignition System)
    2. Sistem Pengapian Dengan Baterai (Battery And Coil Ignition System)
  2. Sistem Pengapian Electronic (Electronic Ignition System)
    1. Sistem Pengapian Semi-Transistor (Dengan Platina)
    2. Sistem Pengapian Full Transistor (Tanpa Platina)
    3. Sistem Pengapian CDI (Capacitor Discharge Ignition) (Read more…)

Tipe Busi

Terdapat beberapa macam tipe busi, diantaranya:

  1. Busi Tipe Standar (Standard Type) Busi dengan ujung elektroda tengah saja yang menonjol keluar dari diameter rumah yang berulir (threaded section) disebut busi standar. Ujung insulator (nose insulator) tetap berada di dalamnya (tidak menonjol). Tipe busi ini biasa-nya cocok untuk mesin-mesin dengan tahun pem-buatan lebih tua Tipe busi ini biasa-nya cocok untuk mesin-mesin dengan tahun pem-buatan lebih tua. (Read more…)

Kondensor

Saat arus primer mengalir akan terjadi hambatan pada arus tersebut, hal ini disebabkan oleh induksi diri yang terjadi pada waktu arus mengalir pada kumparan primer. Induksi diri tidak hanya terjadi pada waktu arus primer mengalir, akan tetapi juga pada waktu arus primer diputuskan oleh platina saat mulai membuka.

Pemutusan arus primer yang tiba-tiba pada waktu platina membuka, menyebabkan bangkitnya tegangan tinggi sekitar 500 V pada kumparan primer. Induksi diri tersebut, menyebabkan sehingga arus prima tetap mengalir dalam bentuk bunga api pada celah kontak. (Read more…)

Platina

CONTACT BREAKER atau Platina pada sistem pengapian berfungsi untuk memutushubungkan tegangan baterai ke kumparan primer. Platina bekerja seperti switch (saklar) yang menyalurkan supply listrik ke kumparan primer koil dan memutuskan aliran listrik untuk menghasilkan induksi. Pembukaan dan penutupan platina digerakkan secara mekanis oleh cam/nok yang menekan bagian tumit dari platina pada interval waktu yang ditentukan.

Gambar Konstruksi platina

Pada saat poros berputar maka nok akan mendorong lengan platina kearah kontak membuka dan selanjutnya apabila nok terus berputar lebih jauh maka platina akan kembali pada posisi menutup demikian seterusnya.

Pada waktu platina menutup, maka arus mengalir ke rangkaian primer sehingga inti besi pada koil pengapian akan jadi magnet. Saat platina membuka, maka kemagnetan inti besi akan hilang dengan tibatiba. Kehilangan kemagnetan pada inti besi tersebut akan dapat membangkitkan tegangan tinggi (induksi) pada kumparan sekunder. (Read more…)

Koil Pengapian

Untuk menghasilkan percikan, listrik harus melompat melewati celah udara yang terdapat di antara dua elektroda pada busi. Karena udara merupakan isolator (penghantar listrik yang jelek), tegangan yang sangat tinggi dibutuhkan untuk mengatasi tahanan dari celah udara tersebut, juga untuk mengatasi sistem itu sendiri dan seluruh komponen sistem pengapian lainnya. Untuk menghasilkan percikan, listrik harus melompat melewati celah udara yang terdapat di antara dua elektroda pada busi. Karena udara merupakan isolator (penghantar listrik yang jelek), tegangan yang sangat tinggi dibutuhkan untuk mengatasi tahanan dari celah udara tersebut, juga untuk mengatasi sistem itu sendiri dan seluruh komponen sistem pengapian lainnya.

 

Koil pengapian mengubah sumber tegangan rendah dari baterai atau koil sumber (12 V) menjadi sumber tegangan tinggi (10 KV atau lebih) yang diperlukan untuk menghasilkan loncatan bunga api yang kuat pada celah busi dalam sistem pengapian. Pada koil pengapian, kumparan primer dan sekunder digulung pada inti besi. (Read more…)

Sumber Tegangan Tinggi pada Sepeda Motor

Untuk menjamin tersedianya tegangan pengapian yang tetap tinggi maka diperlukan sistem yang akurat. Sistem pengapian tegangan tinggi menghasilkan percikan bunga api di busi. Sumber tegangan pada sepeda motor dapat berasal dari:

Pengapian Langsung

Bentuk yang paling sederhana sumber tegangan pengapian adalah dengan menyediakan source coil (koil sumber pengapian) yang tergabung langsung dengan generator utama (alternator atau flywheel magneto). Keuntungannya adalah sumber tegangan tidak dipengaruhi oleh beban sistem kelistrikan mesin. Sedangkan kekurangannya adalah pada kecepatan mesin rendah, seperti pada saat menghidupkan (starting) mesin, tegangan yang keluar dari koil sumber berkemungkinan tidak cukup untuk menghasilkan percikan yang kuat. (Read more…)

Bidang-Bidang Manajemen

Berdasarkan bidangnya, manajemen dapat dikelompokkan menjadi beberapa bidang berikut ini.

  1. Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) Manajemen sumber daya manusia merupakan penerapan manajemen yang berkaitan dengan perencanaan, pengadaan, kompensasi, pemilihan, dan pengembangan sumber daya manusia. (Read more…)

Prinsip Manajemen

Prinsip merupakan sesuatu yang fundamental dari kebenaran yang bersifat umum dan dijadikan sebagai pedoman untuk berpikir dan bertindak. Di dalam manajemen perlu adanya prinsip yang harus dipegang khususnya dalam hal pengambilan keputusan, sehingga kesalahan mendasar yang mungkin terjadi dapat dihindarkan.

Prinsip manajemen dalam penggunaannya tidak mutlak, namun dapat disesuaikan dengan keadaan di lapangan, meskipun tetap tidak meninggalkan tujuan yang telah ditetapkan. Menurut Henry Fayol prinsip manajemen dibedakan menjadi 14 (empat belas). Berikut ini adalah empat belas prinsip manajemen tersebut. (Read more…)

Piramida Manajemen

Coba kalian perhatikan struktur organisasi dalam satu kelasmu. Tentunya ada yang menjadi ketua, wakil ketua, bendahara, sekretaris, dan seksi-seksi. Merekalah yang akan mengatur organisasi kelas untuk mencapai tujuannya. Tugas dan peran dari setiap orang tersebut secara organisasional dibagi menjadi beberapa tingkatan yang dinamakan sebagai tingkatan manajemen.

Berikut ini terdapat beberapa tingkatan manajemen.

  1. Manajemen Tingkat Puncak (Top Management) Manajemen tingkat puncak merupakan tingkatan tertinggi dalam manajemen. Biasanya yang menduduki manajemen ini adalah direktur utama, presiden direktur, atau wakil direktur, dan sebagainya. Jika di dalam kelas, maka yang menjadi manajemen tingkat puncak adalah ketua dan wakil ketua. (Read more…)