Eubacteria dan Archaebacteria

Pernahkan kalian merasakan yogurt? Monera adalah makhluk hidup dengan sel prokariotik tunggal, yaitu suatu sel yang tidak mengandung nukleus atau organel yang terikat membran. Bakteri dan Cyanobacteria (ganggang biru) adalah Monera. Monera adalah bentuk kehidupan paling sederhana yang paling ada. Umumnya, mereka berkembang biak dengan pembelahan biner. Selama lebih dari 2 juta tahun, mereka adalah satu-satunya bentuk kehidupan di bumi. Sekarang jumlahnya masih sangat banyak. Monera memegang peranan penting dalam mendaur ulang zat makanan mineral. Kelompok ini berjumlah lebih dari 4.000 spesies.

Sebagian besar bakteri mempunyai ukuran dan bentuk yang sama. Akan tetapi, dari biologi molekuler ditemukan adanya perbedaan pada RNA ribosom. Perbedaan itu dijadikan dasar pembagian Archaebacteria dan Eubacteria. Bakteri dan Cyanobacteriaadalah sebagian contoh dari Eubacteria. Pembagian ini dilakukan dengan metodesequencing gen yang dilakukan oleh Woesedan kawan-kawan.

Sekarang marilah kita pelajari lebih jauh tentang Archaebacteria dan Eubacteriapada bahasan berikut ini. A.Archaebacteriadan Eubacteria Jika kita amati dengan mikroskop, kebanyakan bakteri mempunyai ukuran dan bentuk yang sama. Akan tetapi, bukti biologi molekuler menunjukkan adanya perbedaan pada RNA ribosom. Pada ahli mikrobiologi membagi bakteri menjadi dua, yaitu Archaebacteriadan Eubacteria. Dengan metodeskeunsing gen, Woese Woese dan kawan-kawan membagi kelompok bakteri menjadi Archaebacteriadan Eubacteria.

Archaebacteria

Archaebacteriamerupakan kelompok bakteri yang menghasilkan gas metan dari sumber karbon yang sederhana, uniseluler, mikroskopik, dinding sel bukan peptidoglikon, dan secara biokimia berbeda dengan Eubacteria. Selain itu, sifat Archaebacteriayang lain adalah bersifat anaerob, dapat hidup di sampah, tempat-tempat kotor, saluran pencernaan manusia atau hewan, halofil ekstrem, lingkungan bergaram, serta termoplastik pada suhu panas dan lingkungan asam. Archaebacteria dianggap sebagai nenek moyang dari bakteri yang ada sekarang ini.

Archaebacteriamencakup makhluk hidup autotrof dan heterotrof. Archaebacteriaterbagi menjadi tiga kelompok sebagai berikut.

  1. Bakteri metanogen.
  2. Halobakterium. Genus Halobacterium dan Halococcus mencakup bakteri yang halofil ekstrem, bersifat aerob, dan heterotrof. Bakteri genus ini banyak ditemukan di tambak garam laut. Pada saat terjadi penggandaan sel dari halobakterium yang mengandung karotenoid, air akan berwarna merah intensif. Selain itu, Halobakteriumdan Halococcusdapat tumbuh optimum pada larutan NaCl, 3,5 sampai 5 molar, serta mampu memanfaatkan energi cahaya untuk metabolisme tubuhnya.
  3. Bakteri termo-asidofil. Dalam kelompok ini, terhimpun Archaebacteriyang bersifat nonmetanogen yang berbeda-beda. Di dalamnya juga terdapat wakil autotrof dan heterotrof, asidofil ekstrem, neurofil, serta aerob dan anaerob.

Eubacteria

Eubacteriaadalah bakteri yang bersifat prokariot. Inti dan organelnya tidak memiliki membran, bersifat uniseluler, bersifat mikroskopik, serta mempunyai dinding sel yang tersusun dari peptidoglikon.

Selnya dapat berbentuk bulat atau batang yang lurus, terpisahpisah atau membentuk koloni berupa rantai, serta bertindak sebagai dekomposer pengurai. Bakteri ini hidup secara parasit dan patogenik. Akan tetapi, ada pula yang bersifat fotosintetik dan kemoautotrof. Eubacteria menjadi unsur yang sangat penting dalam proses daur ulang nitrogen dan elemen lain. Selain itu, beberapa Eubacteria dapat dimanfaatkan dalam proses industri. Eubacteria terbagi menjadi enam filum, yaitu bakteri ungu, bakteri hijau, bakteri gram positif,Spirochaet, Prochlorophyta, danCyanobacteria.

Beberapa Eubacteria bergerak secara peritrikatau tidak bergerak. Beberapa kelas dalam Eubacteria adalah sebagai berikut.

  1. Kelas Azotobacteraceae Ciri-ciri yang dimiliki oleh bakteri kelas Azotobacteraceae adalah sel berbentuk batang, hidup bebas di dalam tanah, mirip sel khamir, dan pada kondisi aerob dapat menambat N2 . Misalnya, Azotobacter Chlorococcum, Azotobacter indicus, dan Azotobacter agilis.
  2. Kelas Rhizobiaceae Ciri-ciri bakteri kelas Rhizobiaceae adalah sel berbentuk batang atau bercabang, bersimbiosis dengan legominosae, membentuk bintil akar, dan mengonversi nitrogen udara yang dapat bermanfaat bagi tumbuhan leguminosae. Misalnya, Rhizobium leguminosarummembentuk bintil akar pada akar Lathyrus, Pisum, Vicia; Rhizobium japonicumpada kedelai; Agrobacterium tumefaciensmenimbulkan pembengkakan pada akar pohon.
  3. Kelas Micrococcaceae Ciri-ciri bakteri kelas Micrococcaceae adalah sel berbentuk peluru, berbentuk koloni tetrade, serta kubus dan massa tidak beraturan. Contohnya, SarciadanStaphyloccus aureusyang bersifat patogen serta dapat menimbulkan berbagai penyakit.
  4. Kelas Enterobacteriaceae Eubacteriayang terdapat dalam kelas Enterobacteriaceaedapat menimbulkan fermentasi anaerobik pada glukosa atau laktosa, hidup sebagai dekomposer pada serasah atau patogen pada manusia, juga pada saluran pernapasan dan saluran kencing Vertebrata. Contohnya, E. coli yang terdapat di usus besar manusia dan Vertebrata; Salmonela typhosa, yaitu patogen penyebab penyakit tifus; serta Shigella dysenteriaepenyebab disentri.
  5. Kelas Lactobacillaceae Sel Lactobacillaceae berbentuk peluru dan dapat menimbulkan fermentasi asam laktat. Contohnya, Lactobacillus caucasicusyang membantu pembuatan yogurt; Streptococcus pyogenesyang dapat menimbulkan nanah atau keracunan darah pada manusia; serta Diplococcus pneumoniaesebagai penyebab pneumonia.
  6. Kelas Bacillaceae Sel Bacillaceae berbentuk batang dan berfungsi sebagai pembentuk endospora. Misalnya, Bacillus antrakspenyebab penyakit antraks dan Clostridium pasteurianum, yaitu bakteri anaerob penambat N2
  7. Kelas Neisseriaceae Sel Neisseriaceae berbentuk peluru dan umumnya berpasangan. Misalnya, Neisseria meningitidis, yaitu bakteri penyebab meningitis; Neisseria gonorrhoeaepenyebab penyakit kencing nanah; serta Veillonella parvulaberada di mulut dan saluran pencernaan manusia dan hewan. Eubacteria dapat dibedakan menurut jenis dan sifatnya.