Aktivitas untuk Mewujudkan Prestasi

Prestasi pribadi atau kelompok dapat dicapai apabila seseorang secara individu atau kelompok dengan me-ngembangkan potensi yang ada pada diri masing-masing pribadi. Potensi diri semakin lama semakin bertambah dan meningkat hal ini sejalan dengan proses pembelajaran dan pengalaman seseorang.

Potensi yang ada baru dapat berubah menjadi karya dan prestasi jika ada motivasi dalam dirinya. Motivasi pada diri seseorang sifatnya labil tergantung pada keadaan dan perasaan seseorang. Bila semangat beraktivitas tinggi akan menghasilkan karya atau prestasi yang maksimal.

Kesuksesan seseorang bukan karena pendidikannya tinggi, tetapi adalah semangat dan etos kerjanya. Pada dasarnya setiap diri manusia senantiasa ingin berprestasi, tetapi dalam mewujudkan prestasi diri tidak semudah membalikkan telapak tangan kita. Prestasi dapat tercapai harus berusaha dan bekerja keras atau beraktivitas.

Banyak aktivitas yang dapat dilakukan agar tercapai prestasi yang diinginkan. Bentuk aktivitas dapat dilakukan menurut tugas dan kedudukan seseorang dalam kehidupan masyarakat.

Kedudukan sebagai pelajar

Untuk mencapai prestasi yang memuaskan, sebagai pelajar harus mengembangkan potensi dan kemampuannya. Banyak pelajar yang dapat kita teladani karena prestasinya, misalnya juara pertama Olimpiade Sains baik tingkat nasional maupun internasional, juara lomba karya tulis, juara lomba robot internasional di Rumania. Usaha-usaha untuk mencapai prestasi bagi pelajar adalah:

  1. Mematuhi dan taat pada aturan yang telah dibuat sekolah. Tata tertib atau peraturan sekolah dibuat bertujuan agar proses belajar mengajar berjalan dengan tertib dan mendidik para siswa untuk hidup tertib dan disiplin
  2. Membaca buku-buku dalam perpustakaan maupun meminjam buku untuk dibaca di rumah sebagai pengisi waktu luang. Seorang siswa yang giat membaca buku apa saja di perpustakaan akan memperoleh ilmu pengetahuan yang luar biasa, misalnya membaca buku-buku penerapan teknologi, setelah membaca siswa akan dapat parktek secara langsung membuat teknologi tepat guna.
  3. Mengadakan aktivitas belajar, membaca, diskusi, dan mengadakan penelitian
  4. Disiplin artinya dalam mewujudkan prestasi yang memuaskan diperlukan penggunaan waktu harus secara tertib tidak mebuang-buang waktu. Hampir di semua sekolah mengadakan kegiatan ekstrakurikuler yang meliputi kegiatan pramuka, olahraga, elektro, maupun kesenian. Seorang siswa yang mengikuti kegiatan tersebut yang pasti harus membagi waktu yang sebaik-baiknya, agar tidak terjadi tumbukan kegiatan satu dengan proses belajar intrakurikuler. Kepandaian mengatur waktu dan kegiatan itulah yang digolongkan sebagai siswa yang disiplin dan tertib waktu.

Atlet olahraga

Banyak para atlet kita yang telah berhasil, misalnya prestasi olahraga bulu tangkis yang mengukir sejarah dalam olimpiade sebab dari cabang itu telah meraih juara pertama bulu tangkis. Para atlet itu berprestasi sebab para pemainnya berlatih dan bekerja keras.

Contoh pemain bulu tangkis Susi Susanti yang pernah men-juarai olimpiade dengan memperoleh medali emas, Susi Susanti juga berlatih terus. Juga kita dapat memetik pengalaman dari film kartun Captain Tsubasa, bagaimana ia dapat sukses bermain sepak bola, ia berlatih terus tanpa pantang menyerah.

Dalam beraktivitas agar hasil yang diperoleh maksimal hendaknya kita mengembangkan sikap-sikap:

  1. Berusaha menaati aturan yang ada. Keberhasilan tidak akan didapat apabila kita dalam bekerja atau beraktivitas tidak mengindah atauran-aturan, misalnya pelajar tidak berprestasi apabila tidak mengindahkan aturan jam-jam belajar untuk belajar, orang tidak akan sehat apabila istirahat, makan, atau minum tidak menurut aturan, dan masih banyak contoh yang kita lihat
  2. Bekerja dengan semangat tinggi artinya dalam bekerja harus memiliki semangat tinggi, pantang menyerah, tidak takut tantangan, penuh pertimbangan, dan perhitungan.
  3. Memiliki daya juang yang tinggi artinya kesuksean akan tercapai apabila tidak pernah putus asa, tidak takut risiko. Tantangan demi tantangan harus dihadapi, masalah demi masalah juga harus dihadapi untuk diselesaikan. Kita orang beriman yakin bahwa selama orang mau berusaha dan bekerja keras yakin apa yang direncanakan dapat terwujud.
  4. Berusaha tidak menunda-nunda waktu atau menunda-nunda kesempatan. Apabila kita mau mengamati, menunda waktu atau kesempatan penyakit laten bagi kita dalam beraktivitas, sehingga kesempatan memperoleh kesuksesan hilang.

Karyawan atau pegawai

Tidak ada keberhasilan tanpa disiplin yang tinggi, hal ini juga berlaku bagi pegawai atau karyawan. Karyawan atau pegwai harus memiliki etos kerja yang tinggi. Banyak karyawan atau pegawai dalam jam kerja bersantai-santai saja.

Untuk mencapai prestasi bagi pegawai atau karyawan harus menjauhkan diri dari sikap mau bekerja apabila disuruh. Agar prestasinya dapat meningkat diperlukan pelatihanpelatihan keterampilan dan keahlian.